Jumat, 22 November 2013

AUTOBIOGRAFI ANGGOTA


 AUTOBIOGRAFI

saya adalah anak ke satu dari dua bersaudara, adik saya masih berumur 3thn, bapak saya kerja sebagai sopir pribadi dan ibu saya sebagai rumah tangga. Semasa kecil saya sudah mulai menyukai voly dari SD, SMP, SMA, sampai sekarang kuliah. Saya Sekolah Dasadan sekarang kuliah di UNIVERSITAS JEMBER dengan program studi FKIP-PGSD. Aktivitas sekarang adalah bermain voly. Nama klub voly saya yaitu GASANVO dari YABAPENATIM. Bapak dan ibu saya bertemu di YABAPENATIM tersebut, bapak ibu saya adalah atlit voly, bapak saya pernah menjadi toser terbaik sekabupaten jember di masanya. Saya sangat suka sekali voly karena sudah mengalir di dalam darah saya. Dari masa kecil sudah bermain voly, dlu saya adalah toser karena di dalam club saya sudah banyak toser jadi saya oindah ke smaser, toser yaitu orang yang mengumpan kepada temannya untuk di smash, smashes yaitu orang yang memukul bola yang di umpan oleh toser.

Di masa mau menempuh ke perguruan tinggi sangatlah susah karena banyak saingan dari daerah lain maupun dari luar pulau jawa sendiri, pilihan pertama saya masuk UNEJ ini yaitu 1. PGSD , 2. Matematika, 3. Administrsi bisnis, saya berharap memang masuk PGSD karena menurut prang tua saya enak menempuhnya, dalam tes-tes yang dilakukan sangatlah sulit meskipun banyak yang tidak saya isikan, hari telah berlanjut waktunya pengumuman, alhamdulillah saya dapat diterima di UNEJ dengan jurusan FKIP-PGSD, saya kaget dan juga senang ketika melihat pengumuman. Teman saya dari SMK ada yang di terima dan juga ada yang tidak diterima. Sebelum memasuki perguruan tinggi yaitu ada yang namanya p2 maba universitas, setelah itu p2 maba fakultas, dan yang terakhir yaitu yang sedang saya jalanin sekarang yaitu p2 mawa prodi. Ini adalah tugas yang diberikan oleh panitia untuk semua siswa PGSD. 
Demikian autobiografi yang singkat saya kurang kebihnya mohon maaf, terimakasih.


AUTOBIGRAFI


Riwayat pendidikan saya dimulai dari taman kanak-kanak(TK) pada tahun 1999 kemudian lulus dari TK tahun 2001, dari TK saya senang mengikuti kegiatan menari. Pada tahun 2002 saya melanjutkan di Sekolah Dasar(SD) sampai tahun 2007. Di Sekolah Dasar saya aktif dalam kegiatan pramuka dan menari. Saya sering mengisi acara-acara dengan menari, seperti perpisahan sekolah, acara 17Agustus, dan sebagainya. Kemudian saya melanjutkan pendidikan saya di Sekolah Menengah Pertama(SMP). Di SMP saya mulai aktif dalam kegiatan voli, PBB, pramuka, basket, tetapi tidak meninggalkan tari. Saya mencoba kegiatan-kegiatan tersebut untuk menemukan dimana saya dapat mengembangkan diri saya, dan dimana kemampuan saya sebenarnya. Dalam olahraga voli ternyata saya tidak mampu, dan saya tidak ahli. Akhirnya saya berhenti mengikuti ekstrakurikuler voli. Di PBB, tinggi badan saya kurang mencukupi sehingga saya memutuskan untuk berhenti. Saya tetap mengikuti pramuka karena fisik saya cukup kuat dan dapat mengikuti dengan baik, sehingga saya dipilih menjadi regu inti dalam pramuka. Beberapa kali saya mengikuti lomba pramuka, tetapi sayangnya saya tidak pernah mendapat juara. Dalam bidang olahraga saya memilih basket. Disini saya menemukan kemampuan saya. Beberapa kali saya mengikuti turnamen basket tim, dan beberapa kali tim saya mendapat juara. Saya masuk dalam regu inti pada tim saya. Paling membanggakan adalah ketika tim kami mendapat juaraI turnamen basket se Karisidenan Besuki. Tim kami juga pernah dikirim keluar kota untuk mengikuti turnamen basket. Di SMP ini saya tidak meninggalkan tari, saya mengikuti beberapa acara tari ketika SMP. Ketika SMP pula saya pernah dikirim untuk mengikuti Olimpiade Biologi, tetapi sayangnya saya tidak mendapat juara. Setelah lulus SMP pada tahun 2009, saya melanjutkan di Sekolah Menengah Atas(SMA). Ketika di SMA saya mengikuti ekstrakurikuler tari. Saya sering mengikuti acara-acara tari, seperti JCC, penutupan BBJ, perpisahan sekolah, mengisi acara militer, dan juga penyambutan Panglima TNI. Sempat saya mengikuti pramuka, tetapi tidak lama. Setelah sekali saya mengikuti kemah, saya berhenti karena merasa lelah. Saya meninggalkan basket karena ketahanan tubuh saya melemah, dan mudah sakit. Untuk olahraga terkadang saya mengikuti olahraga futsal. Sekedar mengisi waktu luang, untuk pertandingan persahabatan antar sekolah, mengisi acara KTS, dan sekali mengikuti turnamen voli putri yang diadakan oleh SMA saya. Setelah lulus SMA pada tahun 2013 saya mendapat undangan jalur SNMPTN di fakultas Sastra Universitas Jember, tetapi saya tidak mengambilnya. Dari kecil cita-cita saya adalah menjadi seorang guru, saya ingin ilmu yang saya miliki berguna bagi orang lain. Karena itu ketika lulus SMA saya memilih jurusan PGSD di Universitas Jember dengan jalur Ujian Mandiri. Terus terang awalnya saya pesimis, tidak akan lulus ujian ini karena sedikitpun saya tidak belajar. Tetapi saya masih beruntung, karena ternyata saya lulus ujian ini dan diterima di PGSD Universitas Jember. Disini saya mendapatkan banyak teman dan beberapa sahabat yang sangat baik pada saya. Di bangku kuliah saya belajar untuk berani menghadapi masalah, semakin berani menyatakan pendapat dan juga belajar untuk menghargai perbedaan. Saya yakin, semakin hari akan semakin banyak pengalaman yang saya dapat di bangku kuliah ini.


AUTOBIOGRAFI



Saya adalah seorang anak yang terlahir dari keluarga biasa-biasa saja, pendidikan saya mulai dari SD yang cukup maju dan disana Saya di dampingi orang tua yaitu ayah, karena ayah bekerja di SD tersebut. Prestasi Saya di SD masih tidak tampak dan malah hanya biasa-biasa saja dan agak di bawah, tetapi orang tua Saya hanya melihat jika tidak begitu parah mereka membiarkannya saja karena dari situ Saya akan termotivasi dari rasa malu saat mendapat nilai jelek dan rasa malu jia tidak tahu apa-apa.

Di saat SMP, Saya masuk di SMP yang tidak begitu favorit walaupun standar negeri dan beda dengan teman-teman Saya yang kebanyakan masuk di sekolah favorit, dari situ saya merasa sangat berbeda dan sangat tidak percaya diri hingga akhirnya terpikirkan oleh saya untuk menjadi yang lebih baik, itu pun terwujud saat kelas 2 smp dengan mendapat peringkat pertama di kelas, tetapi pada saat kelas 3 saya tidak mendapat peringkat atau bisa dikatakan masuk dalam 20 besar karna dari kemampuan saya dan teman-teman masih agak jauh, dan ditambah karena kelas saya banyak murid yang berprestasi.

Saat SMA saya masuk di SMA yang tidak begitu favorit juga walaupun standar negeri, Saya merasa enjoy karena saya berpikir memang kemampuan Saya ada di SMA tersebut dan mungkin saya bisa mengembangkannya dan Saya tidak berpikir seperti pada waktu SMP karena merasa malu atau berbeda. Saya berusaha sedikit demi sedikit walaupun Saya dari dulu memang tidak pernah belajar dan hanya mendengarkan pada saat guru mengajar saja, Saya juga membiasakan diri untuk selalu aktif dan selalu masuk sekolah. Dari hasil tersebut Saya selalu mendapat peringkat di SMA, pada kelas 10 saya mendapat peringkat 4 di semester pertama dan peringkat 1 pada saat kenaikan kelas dari situ Saya di banggakan oleh guru-guru disana. Pada kelas 11 Saya mendapat peringkat 2 di semester pertama dan peringkat 6 di saat kenaikan kelas dan saat itulah liku kehidupan pendidikan Saya di mulai karena faktor X dan lupa akan orang tua, Saya menjadi jatuh dan sering sekali meremehkan pelajaran hingga akhirnya pada kelas 12 semester pertama Saya tidak mendapat ferivikasi untuk UN dan terpaksa saya pindah dari sekolah tersebut, Saya merasa bersalah, menyesal dan tidak tahu harus berbuat bagaiman karena membuat malu orangtua. Di sekolah yang baru sistimnya lebih mudah karena sekolah tersebut hanya sekolah swasta dan Saya sangat berterimakasih pada sekolah tersebut karena mau menerima Saya, Saya masuk disana dan mencoba memperbaiki kesalahan, disana Saya juga dikenal lebih oleh guru maupun teman-teman tetapi menurut Saya itu biasa saja karena kemampuan Saya terbilang standar dan Saya hanya selalu mencoba untuk berani dan aktif saja.

Pada waktu akan mendaftar di Perguruan Tinggi Negeri, Saya langsung  melewati jalur SBMPTN karena di swasta tersebut tidak ada jalur undangan, padahal Saya ingin mendapat Bidik Misi lewat jalur undangan tersebut karena pada saat ini keluarga saya terbilang jatuh sepeninggal ayah Saya dan mungkin lewat jalur tersebut Saya dapat meringankan beban orangtua. Tetapi Saya mensyukurinya walaupun lewat jalur SBMPTN dan saya diterima di PTN tersebut di pilihan pertama. Dari situ Saya bersyukur dan dapat membuat hati orang tua Saya senang dan mulai dari sinilah Saya tersadar untuk selalu menjadi yang lebih baik dan di banggakan orangtua hingga tercapai cita-cita Saya  dan Saya tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama atau kesalahan lainnya.

Dari cerita Saya, saya mengerti bahwa hidup itu tidak selalu berada di atas dan semua ada liku-likunya, itupun juga dari diri kita sendiri bagaimana cara mengatasinya hingga tidak salah arah.



AUTOBIOGRAFI



            Haii, saya adalah seorang mahasiswi di Universitas Jember. Saya dari keluarga yang sederhana. Pada tahun 2001 saya masuk Sekolah Dasar di Daerah tempat kelahiran saya. Sekolah Saya itu yaa bisa di bilang lumayan bagus. Selama 6 (enam) tahun saya belajar di Sekolah Dasar. Selama di Sekolah Dasar ini, Saya meraih prestasi 3 (tiga) terbesar di kelas, Saya sangat senang sekali. Saya tidak bisa meraih juara 1 (satu) ataupun 2 (dua) di kelas selama Sekolah karena 2 (dua) anak itu sangat pandai sekali. Saya sudah berusaha belajar agar dapat meraih juara kelas, tapi karena sudah kemampuan Saya hanya bisa meraih juara 3 (tiga) di kelas Saya sudah sangat bersyukur. Setelah lulus dari Sekolah Dasar, Saya meneruskan ke Sekolah Menengah Pertama. Awalnya saya ingin masuk ke Sekolah yang sangat bagus, tetapi karena biayanya yang sangat mahal saya tidak mengabulkan keinginan saya. Dan ternyata pada tahun 2007 Saya masuk di Sekolah terfavorit di kota itu. Sebelum masuk di Sekolah itu Saya melakukan tes tulis, dan ternyata Saya masuk. Bapak dan Ibu Saya sangat senang sekali, begitu juga dengan Saya sangat senang sekali. Dan yang membuat keluarga Saya lebih senang lagi adalah selama 3 (tiga) tahun Saya selalu masuk 10 besar. Meskipun hanya 10 besar, Saya tetap merasa bangga dengan prestasi Saya. Setelah 3 (tiga) tahun belajar di Sekolah Menengah Pertama, Saya lulus dengan hasil yang kurang memuaskan. Tapi Saya bangga dengan hasil itu, karena itu adalah hasil kerja Saya sendiri, yaaa meskipun ada sedikit soal yang Saya tanyakan ke teman Saya. Hehehe,,.

            Setelah lulus Sekolah Menengah Pertama, Saya melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas. Orang Tua Saya menginginkan Saya meneruskan ke Sekolah yang bagus, tetapi Saya kurang sependapat karena nilai danem Saya pada saat itu kecil, yaaa meskipun tidak kecil-kecil amat. Saya sudah merasa tidak akan di terima di Sekolah pilihan Orang Tua Saya itu, tetapi karena do’a mereka Saya masuk ke Sekolah bagus itu. Saya dan kedua Orang Tua Saya serta keluarga Saya sangat bersyukur sekali. Selama sekolah di sekolah yang bagus ini Saya berusaha tetap membanggakan kedua Orang Tua Saya, yaitu dengan meraih juara di kelas, yaa minimal lah juara 3 (tiga) di kelas. Dan ternyata Saya meraih juara 1 (satu) saat kelas X, kedua Orang Tua Saya sangat senang sekali, begitu juga dengan Saya. Dan kelas XI Saya juga meraih juara kelas, sampai di kelas XII Saya meraih 10 besar. Awalnya Saya menangis karena Saya tidak dapat meraih 3 (tiga) besar di kelas, ternyata setelah Saya hitung rata-rata nilai Saya naik dari semester sebelumnya, hanya saja peringkat Saya yang turun. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas ini, Saya melanjutkan kuliah di Universitas Jember. Saya masuk melalui jalur undangan atau SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Saya sangat senang sekali bisa di terima di Universitas yang Saya inginkan, dan melalui jalur udangan. Apalagi Saya di terima di Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) lagi, dan itu sudah cita-cita Saya menjadi guru Sekolah Dasar. Saya merasa senang selama Saya kuliah di Universitas jember ini dan Saya akan berusaha lebih baik lagi dari sebelumnya.





 AUTOBIOGRAFI

Saya lahir di sebuah desa. yang mana desa tersebut sangatlah sejuk dan damai. Jarak menuju kota dengan desa saya lumayan jauh sekitar 1-2jam. Mayoritas desa saya berbahasa Madura dan jawa. Saya lahir dari sebuah keluarga yang sederhana. Saya Anak pertama dari 2 bersaudara.

            Riwayat pendidikan Sekolah Dasar (SD) saya  di sekitar desa saya. Jarak-waktunya kurang-lebih  5-10menit. Saya menuju kesekolah bersama teman-teman mengendarai sepeda pancal. Pertama kali  Di bangku SD saya berumur 5tahun dan saya paling muda dbandingkan teman-teman saya di SD. Itu semua karena saya tidak sekolah TK dulu. Pengalaman saya di SD saya pernah mengikuti lomba PUISI saya juara 1 di sekolah tersebut. Kemudian ada acara “Agustus” saya mengikuti lomba ditingkat Kecamatan untuk mewakili SD saya dan disana saya mendapatkan juara 1 dari beberapa sekolah dari 28 siswa. Selanjutnya ada acara besar “kartini” saya mewakili dari sekolah saya untuk mengikuti lomba puisi di tingkat kabupaten dan disana saya mendapatkan juara 3 dari beberpa sekolah. Dan  Selama di bangku SD prestasi saya 10 besar dikelas.

            Selanjutnya Riwayat Pendidikan SMP saya disekitar kecamatan saya. Jarak –waktunya kurang lebih 10-15menit. Saya menuju kesekolah naik kendaraan umum (taksi). Di SMP saya mengikuti berbagai extrakulikuler yaitu tari (kuntulan), voli.dan saya pernah mengikuti Organisasi tertinggi di sekolah yaitu OSIS. Dan Selama di bangku SMP prestasi saya 10 besar dikelas.

            Selanjutnya Riwayat Pendidikan di SMA saya didaerah rumah saya. Jarak-waktunya kurang lebih 20-25menit. Pesan dari orangtua saya di wajibkan diam di pesantren biar lebih dalam ilmu agamanya. Selama saya dibangku SMA saya diam di pesantren sampai lulus SMA. Di bangku SMA saya mengikuti extrakulikuler di Teater, KIR, dan mengikuti Organisasi tertinggi di SMA yaitu OSIS. Banyak pengalaman dibangku SMA tersebut saya sering menampilkan DRAMA di acara-acara tertentu. Sedangkan di Pesantren banyak pengalman yang sangat indah saya mengikuti test TOEFL juara 2.dan selanjutnya saya pernah di wisuda lulus Qiro’ati dan toefl tersebut. Dan selanjutnya saya pernah BKN (Bimbingan Kerja Nyata) di TPQ daerah plosok selama 2minggu. Dan selama  dibangku SMA prestasi saya Alhamduliah Baik yaitu juara 2 dan juara 3. Itulah Riwayat pendidikan saya. Selanjutnya Saya mencoba mengikuti SNMPTN (undangan) di Universitas sini dengan memilih di FKIP-PGSD yang di no 1 kan.karena saya mempunyai Niatan untuk mengajari siswa dini dan membagi Ilmu yang saya punya. Dan sebelumnya saya sudah berusaha dan banyak-banyak berdoa dan setelah pengumuman ditentukan saya melihat info lewat WARNET dan saya di terima di FKIP-PGSD dengan jalur SNMPTN. Saya sangat  bersyukur atas semua yang Tuhan berikan.



Sekian terima kasih..


AUTOBIOGRAFI

Saya adalah seorang mahasiswi universitas jember angkatan 2013. Saya dari keluarga yang sederhana saya anak ke 2 dari 2 bersaudara. Pada tahun 2001 saya masuk pada sekolah dasar yang jaraknya 1 km dari rumah. Sebenarnya ada sekolah dasar yang lebih deket dari rumah tetapi bapak saya kurang setuju kalau saya masuk pada sekolah itu karena di sana muridnya sangat banyak. Pada saat di sekolah dasar itu saya jadi anak yang biasah saja bisa di bilang bisa tapi gak terlalu bisa. Tetapi saat sekolah dasar itu saya unggul pada nonakademisnya yaitu pada bidang olahraga. Ya meskipun saya gak sampai tingkat provinsi tetapi saya sudah merasakan lomba  sapai dengan tingkat kabupaten yang pada saat perlombaan itu persaingannya sangat sengit. Dan akhirnya saat saya lulus dari sekolah dasar alhamdulillah saya mendapat danem yang lumayan memuaskan sehingga saya dapat meneruskan pada sekolah smp yang terfavorit di daerah rumah saya yang salah satu gurunya adalah bapak saya sendiri. Tetapi bapak saya gak pernah mengajar saya tetapi cuma pada saat ujian saja itupun terkadang sama bapak saya di tinggal keluar dan di gantikan oleh guru lainnya. Pretasi saya di smp ya biasah saja karena saya itu sejujurnya gak terlalu pintar ya boleh di bilang biasa-biasa saja. Stelah ujian nasional selesai danem saya keluar dan saya agak kecewa karena danem saya hanya rata-rata 7 tetapi saya tidak patah semangat karena saya masih memegang piagam bola voly yang saya peroleh saat lomba di smp. Saya sekolah di situ selama 3 tahun alhamdulillah dalam 3 tahun itu di beri kelancaran.

Setelah saya lulus dari smp saya melanjutkan ke sekolah mengah atas yang berada pada jarak 33 km dari rumah saya, saya sebenarnya kurang sesuai sama keinginan saya karena itu semua saya di suruh sama kakak dan bapak saya. Sekolah itu merupakan sekolah yang banyak di senangi oleh para pelajaryang ingin melanjutkan ke sekolah menengah atas karena sekolah itu merupakan stelah favorit ke 2 setelah sekolah yang itu sekolah yang katanya musuh bebuyutan sekolahku. Saya sebenarnya tidak yakin masuk ke sekolah itu karena danem saya hanya segitu tetapi bapak saya masih saja memberi semangat saya. Dan pada akhirnya alhamdullillah saya masuk ke sekolah itu jadinya gak jadi bingung dua kali. Hehe . setalah saya masuk saya gak krasan di sekolah itu karena bagiku kejauhan dari rumah dan sayapun harus nge-kost. Tetapi teman-teman saya memberi semangat pada saya agar tetap semangat untuk menjalani ini semua. Dan setelah saya 3 tahun sekolah sudah merasakan sedih senang susah dan sebagainya kelulusan kita di tentukan oleh 4 hari ujian yaitu dengan mengerjakan soal yang sama sekali tidak ada yang sama dengan kita ya iya gak sama soalnya soalnya itu ada 20 paket tetapi saya bersyukur lagi karena saya dapat menempuhnya dengan lancar dan sayapun lulus. Hehe

Setelah saya lulus sekolah menengah atas itu saya masuk ke universitas jember ini melalui jalur SNMPTN masuk fak.fkip dan prodi. pgsd tidak berhenti-berhentinya saya mengucap alhamdulillah karena saya sudah di beri kenikmatan selama ini dan alhamdulillah saya masuk jalur undangan itu dan ini memang prodi yang saya inginkan, jadi saya harus tetap semangat meskipun banyak tugas-tugas yang menghampiri saya.


AUTOBIOGRAFI

Saya adalah seorang yang berperawakan gemuk,tidak terlalu tinggi ,dan mempunyai kulit sawo matang.Saya berasal dari keluarga yang sederhana dan cukup.Saya dilahirkan sekitar 19 tahun yang lalu di suatu desa yang tentram dan jauh dari hiruk pikuk keramaian. Ketika berumur saya berumur 5 tahun,ibu memasukkan saya ke sekolah taman kanak-kanak.Saya tidak mempunyai kemampuan yang berarti.Saya cengeng,sangat penakut dan menang sendiri.Saya takut mencoba,karena saya takut gagal.Setelah TK selama dua tahun,akhirnya saya disekolahkan ke sebuah madrasah ibtidaiyah.Sungguh menakjubkan,di MI itu saya selalu mendapat peringkat pertama,padahal ketika saya di TK saya tidak bisa apa-apa.Bahkan menulis pun masih sangat jelek.Di madrasah ibtidaiyah saya belajar sangat tekun.Setelah saya kelas enam saya meneruskan ke sebuah madrasah tsanawiyah yang jaraknya lumayan jauh  dari rumah.Saya memang bertekad untuk bersekolah di luar desa ,agar mendapat pengalaman baru.Selama saya sekolah di madrasah tsanawiyah saya pernah naik sepeda gayung,pernah nebeng kakak kelas,dan ketika saya kelas tiga saya naik sepeda motor sendiri,meskipun belum punya SIM.Di madrasah tsanawiyah alhamdulillah saya bisa meraih peringkat  paralel pertama dan mendapat peringkat pertama dari akumulasi hasil ujian.Sangat menyenangkan karena orangtua saya bisa di panggil ke sekolah karena prestasi,bukan karena masalah.Dari  prestasi tersebut saya termotivasi untuk bisa masuk ke sekolah favorit yang ada di daerah saya.Memang sangat sulit untuk bisa masuk ke sekolah tersebut.Sebenarnya kalau dilihat dari DANUM,nilai saya  tidak mencukupi untuk bisa masuk ke sekolah favorit tersebut.Tetapi saya pernah ikut try out pelajaran ujian nasional di sekolah favorit tersebut.Ketentuannya jika masuk 100 besar maka akan mendapat poin selain domisili dan  danum.Alhamdulillah saya masuk peringkat 61 dan akhirnya saya bisa masuk ke sekolah favorit tersebut .Saya tidak menyangka,memang doa ibu itu sangat mujarab khasiatnya.Selama saya di SMA ,saya tidak bisa mencapai peringkat tiga besar,karena saingan yang terlalu berat.paling bagus saya mendapat peringkat lima dan paling jelek saya mendapat peringkat sembilan belas.ketika saya kelas tiga,saya diarahkan guru bimbingan konseling  saya untuk memilih ptn mana yang diinginkan, sejak awal saya sudah mantap untuk mengambil jurusan pgsd,karena saran dari orang-orang di sekitar saya yang katanya prospek kerja lulusan pgsd itu mudah.saya hanya memilih satu ptn dalam program snmptn.pilihan pertama pgsd dan pilihan kedua bahasa inggris,Alhamdulillah saya bisa masuk di pgsd dan saya senang jurusan tersebut.Semoga saya bisa memanfaatkan ilmu saya kelak di jalan yang benar.



 AUTOBIOGRAFI


Saya lahir di sebuah desa sederhana, desa yang penuh kekerabatan antar masyarakatnya.Saya terlahir dari orang tua yang biasa saja,tapi orang tua yang sangat luar biasa menurut saya.

Saya sekolah TK di daerah yang tidak terlalu jauh dari rumah.SayamasukTK di usia 4th dan sekolah disana selama 3th ,saat teman-teman saya yang lain memasuki SD saya belum di perbolehkan oleh orang tua karena waktu itu usia saya untuk masuk SD masih kurang.

Saya sekolah SD di usia 7th. Sekolah SD saya dekat dengan sekolah TK saya karena memang dalam satu tempat. Dari TK saya sudah terbiasa berangkat dan pulang sekolah dengan di jemput becak agar tidak merepotkan orang tua yang sedang bekerja. Dan saya berhenti naik becak saat memasuki kelas 5 SD. Di SD pengalaman saya diantaranya pernah mendapatkan juara II lomba Hadrah/Samroh di tingkat Kabupaten, dipilih untuk mewakili lomba menulis tingkat kecamatan dan juga lomba mata pelajaran IPS namun tidak mendapatkan juara. Prestasi di kelas pun saya tidak pernah keluar dari 5-10 besar. Hingga lulus pun saya mendapat nilai yang lumayan memuaskan.

Tahun 2007 saya masuk SMP. Saya sekolah di SMP yang termasuk sekolah favorit dan unggulan yang jaraknya ± 1Km dari rumah saya. Saya berangkat sekolah kadang diantar ayah dan pulangnya saya naik angkot tapi terkadang saya juga berangkat naik sepeda dengan teman-teman yang lain.Saat di SMP saya pernah bergabung di Organisai Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan organisasi PMR. Kegiatan Ekstrakurikuler yang pernah saya ikuti yaitu Teater dan Pramuka. Pengalaman lain yang pernah saya alami adalah saya mendapatkan juara 1 lomba cipta cerpen di tingkat Kabupaten dan dikirim menjadi wakil dari Kabupaten di daerah saya untuk melaju di tingkat provinsi, sayangnya saya hanya masuk dalam 15 besar. Namun saya tetap bangga dan bersyukur kepada Allah SWT.

Setelah lulus SMP saya mengikutit esuntuk melanjutkan ke SMK pada tahun 2010. Persyaratan untuk masuk disana dilihat dari nilai rapor dan prestasi. Dan Alhamdulillah saya diterima. Jarak Sekolah saya ini jauh sekali dari rumah yakni ± 25 Km karena terletak di kota, sehingga mengharuskan saya untuk tinggal bersama nenek karena rumah nenek saya berada tidak begitu jauh dari sekolah saya, jaraknya ± 4Km. Alasan saya memilih melanjutkan ke SMK karena saya ingin jika nanti tidak melanjutkan keperguruan tinggi saya bias bekerja. Di SMK saya mengambil jurusan TI di bidang Rekayasa Perangkat Lunak.

Di tahun 2013 saya dinyatakan lulus SMK, awalnya saya ingin menunda tidak melanjutkan keperguruan tinggi terlebih dahulu, namun saya berubah pikiran. Kedua orang tua saya juga menyuruh saya untuk melanjutkan keperguruan tinggi. Saya mengikuti SNMPTN dan SBMPTN dengan memilih PGSD yang sesuai dengan cita-cita saya karena saya ingin menjadi seorang guru. Namun keduanya gagal. Akan tetapi saya tidak menyerah ,akhirnya saya kembali mengikuti tes jalur UM, dan Alhamdulillah saya diterima.


AUTOBIOGRAFI


Saya lahir di sebuah desa sederhana, desa yang penuh kekerabatan antar masyarakatnya.Saya terlahir dari orang tua yang biasa saja,tapi orang tua yang sangat luar biasa menurut saya.
Saya sekolah TK di daerah yang tidak terlalu jauh dari rumah.SayamasukTK di usia 4th dan sekolah disana selama 3th ,saat teman-teman saya yang lain memasuki SD saya belum di perbolehkan oleh orang tua karena waktu itu usia saya untuk masuk SD masih kurang.
Saya sekolah SD di usia 7th. Sekolah SD saya dekat dengan sekolah TK saya karena memang dalam satu tempat. Dari TK saya sudah terbiasa berangkat dan pulang sekolah dengan di jemput becak agar tidak merepotkan orang tua yang sedang bekerja. Dan saya berhenti naik becak saat memasuki kelas 5 SD. Di SD pengalaman saya diantaranya pernah mendapatkan juara II lomba Hadrah/Samroh di tingkat Kabupaten, dipilih untuk mewakili lomba menulis tingkat kecamatan dan juga lomba mata pelajaran IPS namun tidak mendapatkan juara. Prestasi di kelas pun saya tidak pernah keluar dari 5-10 besar. Hingga lulus pun saya mendapat nilai yang lumayan memuaskan.
Tahun 2007 saya masuk SMP. Saya sekolah di SMP yang termasuk sekolah favorit dan unggulan yang jaraknya ± 1Km dari rumah saya. Saya berangkat sekolah kadang diantar ayah dan pulangnya saya naik angkot tapi terkadang saya juga berangkat naik sepeda dengan teman-teman yang lain.Saat di SMP saya pernah bergabung di Organisai Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan organisasi PMR. Kegiatan Ekstrakurikuler yang pernah saya ikuti yaitu Teater dan Pramuka. Pengalaman lain yang pernah saya alami adalah saya mendapatkan juara 1 lomba cipta cerpen di tingkat Kabupaten dan dikirim menjadi wakil dari Kabupaten di daerah saya untuk melaju di tingkat provinsi, sayangnya saya hanya masuk dalam 15 besar. Namun saya tetap bangga dan bersyukur kepada Allah SWT.
Setelah lulus SMP saya mengikutit esuntuk melanjutkan ke SMK pada tahun 2010. Persyaratan untuk masuk disana dilihat dari nilai rapor dan prestasi. Dan Alhamdulillah saya diterima. Jarak Sekolah saya ini jauh sekali dari rumah yakni ± 25 Km karena terletak di kota, sehingga mengharuskan saya untuk tinggal bersama nenek karena rumah nenek saya berada tidak begitu jauh dari sekolah saya, jaraknya ± 4Km. Alasan saya memilih melanjutkan ke SMK karena saya ingin jika nanti tidak melanjutkan keperguruan tinggi saya bias bekerja. Di SMK saya mengambil jurusan TI di bidang Rekayasa Perangkat Lunak.
Di tahun 2013 saya dinyatakan lulus SMK, awalnya saya ingin menunda tidak melanjutkan keperguruan tinggi terlebih dahulu, namun saya berubah pikiran. Kedua orang tua saya juga menyuruh saya untuk melanjutkan keperguruan tinggi. Saya mengikuti SNMPTN dan SBMPTN dengan memilih PGSD yang sesuai dengan cita-cita saya karena saya ingin menjadi seorang guru. Namun keduanya gagal. Akan tetapi saya tidak menyerah ,akhirnya saya kembali mengikuti tes jalur UM, dan Alhamdulillah saya diterima.



AUTOBIOGRAFI

Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Saya anak pertama dan mempunyai 2 orang adik laki-laki.Saya sekolah TK selama 2 tahun. Saya sekolah di Sekolah Dasar  selama 6 tahun, kemudian melanjutkan sekolah  ke salah satu SMP favorit di kota. Setelah 3 tahun menempuh pendidikan di SMP, saya melanjutkan sekolah di salah satu SMA favorit di kota. saat menginjak kelas 2 SMA, saya mulai memikirkan langkah-langkah yang harus di ambil agar bisa kuliah di universitas negeri. Namun saya berpikir, mungkin kuliah adalah hal yang tabu bagi saya karena tingginya biaya kuliah. Saya tidak ingin membebani kedua orang tua terus menerus. Sempat terfikirkaan oleh saya, bahwa saya sebaiknya bekerja untuk membantu perekonomian orang tua saya. Namun sebenarnya tidak ada sedikitpun niatan untuk bekerja setelah lulus nanti. Namun, setelah mendengar bahwa ada beasiswa untuk kuliah yang bernama bidikmisi, saya sangat senang dan mulai mencari persyaratan apa sajakah yang harus dipenuhi  untuk bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Setelah kelas 3, tepatnya pada semester 2 sebelum ujian nasional, saya mulai mengurusi persyaratan yang dibutuhkan untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Setelah selesai mengurusi persyaratan beasiswa tersebut, kemudian saya mendaftar di SNMPTN ( jalur undangan) untuk masuk ke perguruan tinggi negeri. setelah ujian nasional selesai dilaksanakan, saya cukup lama menunggu pengumuman kelulusan. Sambil menunggu, saya mencoba untuk melamar berbagai macam pekerjaan seperti, menjadi penjaga toko, menjadi karyawan pabrik, sampai menjadi sales. Namun saat saya melamar pekerjaan tersebut, ayah saya menentang keras. beliau tidak ingin melihat anaknya hidup sengsara. Beliau meyakinkan saya bahwa saya pasti bisa kuliah. Beliau menyarankan saya untuk memilih kuliah di jurusan PGSD. Setelah beberapa bulan menunggu kelulusan, begitu bahagianya hati saya setelah melihat nama saya terpampang dalam pengumuman dan saya dinyatakan lulus.

Pengumuman penerimaan SNMPTN, diumumkan sore hari. Saat itu hujan deras menyelimuti daerah saya. Saya tidak sabar untuk melihat pengumuman SNMPTN yang di umumkan secara online tersebut. Saya bergegas mengayuh sepeda, menuju warnet yang jaraknya lumayan jauh dari rumah. Setelah sampai di warnet, saya langsung membuka website SNMPTN, dan betapa hancur hati saya setelah melihat pengumuman tersebut. Saya dinyatakan tidak lolos SNMPTN. Saya tidak bisa berkata apa-apa. Saya pulang ke rumah dengan langkah gontai. Dengan berat hati saya memberitahu kedua orang tua saya. Kedua orang tua saya tetap menghibur dan mendukung saya.

Setelah beberapa hari berlalu, saya berkonsultasi dengan salah satu guru SMA. Beliau memberikan saran kepada saya untuk ikut SBMPTN. Saya menuruti saran tersebut. Saya mendaftar SBMPTN dan tesnya ditempatkan di Universitas swasta di Malang. Saya membuat janji dengan teman saya untuk berangkat tes ke Malang bersama. Namun saat satu hari sebelum tes, teman saya secara tiba-tiba membatalkan perjanjian. Dia memilih untuk menginap di kost saudaranya yang berada di malang. Saya sangat bingung ketika itu, kemudian saya menceritakannya kepada ayah. Ayah cukup emosi setelah mendengar cerita saya, kemudian beliau menelpon teman-temannya, beruntung saja ada temannya yang beralamat di malang dan mempersilahkan saya untuk menginap di rumahnya. Beruntungnya juga, anak dari temannya kuliah di universitas swasta tempat saya tes.

Saat tes berlangsung, saya mengerjakan semampu saya. Dan selama tes, tak henti-hentinya saya berdoa kepada yang maha kuasa agar di loloskan dalam seleksi SBMPTN. Setelah beberapa minggu menunggu pengumuman, saat yang di tunggu pun datang. Betapa sangat bahagianya saya melihat pengumuman tersebut, saya dinyatakan lolos SBMPTN dan saya lolos di program studi yang saya inginkan, yaitu PGSD. Tak henti-hentinya saya bersyukur dan tak terasa linangan air mata mulai membasahi pipi.

Itulah sekilas perjalanan saya sehingga sampai ke PGSD ini. Harapan saya, semoga PGSD tambah maju, para mahasiswanya dapat lulus dengan cepat, dan semoga autobiografi ini dapat menjadi motivasi bagi pembaca.




AUTOBIOGRAFI

Aku adalah seorang gadis yang di lahirkan dari keluarga yang sederhana. Aku besar di sebuah desa yang ada di kaotaku. Aku bersekolah di salah satu Sekolah Dasar yang ada di desaku. Dari mulai kelas 1 SD sampai kelas 2SD aku berangkat sekolah di antar oleh (SMP) yang ada di salah satu kotaku.. di SMP aku mulai mendapatkan banyak pengalaman baru, dari mulai teman baru, suasana baru dan mungkin perasaan yang baru. Dari mulai kelas VII aku sering terlambat masuk sekolah dan itu berlangsung sampai aku kelas IX. Namun sejak kelas IX semester Genap aku sudah mulai bisa disiplin mengatur waktu. Namun begitu aku ini adalah seorang gadis yang Aktif dalam bidang Non-Akademik. Dari mulai mengikuti Ekstra Musik, Paduan Suara, Tari tradisional, Dance Bahkan Hadrah (Gambus) aku ikuti. Aku juga seorang gadis yang mudah bergaul dengan siapa saja, aku juga dekat dengan semua guru yang ada di SMPku terutama guru laki-laki. Pada waktu aku kelas IX, aku sering membuat ulah di SMPku. Dari mulai tengkar, gak ngerjakan PR, pergi ke kantin pas mata pelajaran berlangsung sampai-sampai ngadem di toilet dengan teman-teman yang lain kalau sudah bosan dengan mata pelajarannya. Aku juga pernah masuk BK gara-gara aku dan temenku sama-sama gak masuk, tapi aku gak masuk sama temenku juga punya alasan,,, karena pada saat berangkat sekolah tiba-tiba di tengah perjalanan turun hujan, jadi ya terpaksa aku dan temenku itu berhenti di sebuat wartel yang ada di pinggir jalan. Pada saat hujan sudah mulai Reda, aku dan temenku malas yang mau melanjutkan untuk pergi ke sekolah,, jadi pada akhirnya aku dan temenku putar arah dan balik pulang kerumah, saat di tanyak keluarga aku bilang saja kalau guru ada rapat dan murid di pulangkan pagi.

Pada detik-detik ujian nasional aku mulai kebingungan karena aku tidak begitu menguasai materi yang selama ini di ajarkan. Namun akhirnya aku lulus dengan nilai yang baik.

Setelah aku LULUS SMP aku melanjutkan ke SMA ,, dan akhirnya aku di terima di SMA Favorit yang ada di kotaku. Pada saat MOS aku takut karena temen-temenku gak ada yang satu SMA denganku. Ada sih yang 1 sekolah tapi aku dan dia gak dekat. Namun pada akhirnya seiring dengan berjalannya waktu aku mulai memiliki banyak teman. Aku masuk di X-5 di kelas itu aku mendapat seorang sahabat yang sampai detik ini masih setia menemaniku. Pada saat kenaikan kelas XI aku dan sahabatku ini sama-sama masuk Kelas IPS walaupun beda kelas. Kelas XII pun aku dan dia juga beda kelas tapi kebersamaan kami tetep terjaga. Pada saat pendaftaran SNMPTN aku ddan sahabaku itu pergi ke warnet yang ada di depan sekolahku untuk daftar SNMPTN bareng-bareng. Nahh setelah pengumuman kelulusan aku dan siswa-siswi yang ada di kotaku merayakan dengan konfoi bersama. Aku sangat bahagia karena temen-temen yang ada di kotaku LULUS 100%. Dan aku tambah bahagia lagi karena aku keterima SNMPTN prodi PGSD. Pada awal masuk kuliah aku sedikit takut dan canggung karena aku belum terbiasa, namun hari demi hari aku menjalaninya aku semakin enjoy menjalani profesiku sebagai Mahasiswa UNIVERSITAR JEMBER di dalam bidang Pendidikan. Aku Bahagia karena aku keterima di FKIP-PGSD UNIVERSITAS JEMBER. Dan Insya Allah seterusmya aku akan menjalaninya dengan baik dan rajin.




AUTOBIOGRAFI

            Pertama – tama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT serta anugerahnya kepada kita semua sehingga saya dapat menulis essay ini dengan sebenar-benarnya.

            Saya lahir di sebuah desa yang jauh dari pulau jawa. Dimana dulu jarak pulau jawa menuju desa saya sangatlah jauh bahkan memerlukan waktu beberapa hari menuju desa saya. Desa saya.. desa yang  penuh dengan kekerabatan dan kental akan bahasa dan budayanya. Desa yang rasanya tentram penuh kebahagiaan, kasih sayang walaupun kita berbeda beda bahasa.

            saya lahir dari sebuah keluarga yang sederhana. Saya anak pertama dari 2 bersaudara. Saya di besarkan di desa itu bertahun-tahun hingga mungkin saya akan tinggal di desa itu selamanya. Saya sekolah TK di daerah sekitar pusat kota yang jauh dari desa saya. Menempuh waktu kurang lebih 1,5 jam.

            Saya sekolah TK pada umur  4 tahun. Dan saya paling muda di bandingkan teman – teman saya di TK.Tak pernah saya bayangkan di desa saya terjadi musibah yang sangat besar yaitu peperangan. Dan keluarga saya memutuskan pulang ke pulau jawa. Dan akhirnya saya tidak tamat TK. Saya di jawa tinggal bersama nenek saya.
            Saya langsung di sekolahkan ke SD, Jaraknya sangat dekat dengan rumah saya sekitar 1km. Hingga saya SMP pun juga di jawa, jarak SMP saya dari rumah saya 1 km. SD dan SMP saya berdekatan hingga saya berangkat sekolah berjalan kaki hingga SMP.

            Hingga lulus SMP saya harus mengikuti tes untuk masuk ke SMK.Tahun 2011 saya masuk SMK. Jarak SMK dengan rumah saya sangatlah jauh dari rumah saya sekitar 7km. Itulah riwayat pendidikan saya. Alasan saya masuk di SMK karena setelah lulus saya ingin bekerja.  Tahun 2013 saya dinyatakan lulus SMK. Saya mencoba mengikuti SNMPTN dengan BM memilih PGSD tapi saya gagal. Dan saya mencoba kembali mengikuti tes SBMPTN BM, soal-soal tes itu tidak pernah saya terima di SMK. Tapi saya tetap berdoa dan berusaha, setelah tanggal di pengumuman ditentukan saya melihat info lewat hp dan saya di terima di PGSD dengan jalur BM SBMPTN. Semua di luar dugaan saya. Saya bersyukur, Terima kasih ya Allah SWT..



Sekian terima kasih..




AUTOBIOGRAFI

Saya  terlahir dari rahim seorang wanita hebat yaitu ibu saya. Terlebih lagi saya juga mempunyai  seorang pria tangguh yang rela membanting tulang demi menafkahi saya dan keluarga yaitu ayah saya. Saya anak kedua dari tiga bersaudara dan saya perempuan sendiri. Saya bahagia mempunyai keluarga yang lengkap, ada ayah, ibu, seorang kakak laki-laki, dan seorang adik laki-laki.
saya dari kecil di
sekolahkan di sekolah yang menurut saya sekolah-sekolah yang  mempunyai tingkat pendidikan yang bagus. Pada saat sayamasih TK,saya selalu ditemaniibusaya,diantar jemputibu saya. Karna saya beragama nasrani,saya dulupernah berprestasi dalam membaca kitab suci. Kemudian pada saat SD saya berprestasi dalam bidang tarik suara,saya sering mengikuti lomba-lomba paduan suara smpai tingkat nasional. Kemudian pada saat smp,saya masih mengikuti paduan suara. Lalu pada saat SMA saya mulai mengikuti band. Dan hingga sekarang saya di PGSD saya masih mengembangkan bakat dan minat dalam bidang tarik suara. Mengikuti paduan suara mahasiswa.




AUTOBIOGRAFI

18 tahun silam, seorang anak berhasil lahir ke dunia ini dengan selamat. Anak yang berjenis kelamin perempuan tersebut lahir dari Rahim seorang wanita yang mulia yang disebut ibu. . Anak tersebut merupakan anak ke-2 dari pasangan suami istri dengan kehidupan mereka yang sederhana. Selisih umur antara anak pertama dengan anak ke dua cukup jauh, yaitu 8 tahun. Lahirnya anak perempuan ini menjadi pelengkap bagi kebahagiaan keluarga kecil nan sederhana ini. Mulai saat itu, keluarga tersebut terdiri atas ayah, ibu, seorang anak laki-laki serta seorang anak perempuan.

Anak perempuan ini di rawat dengan baik dalam keluarga kecil ini. Anak tersebut diajarkan serta di tanamkan nilai-nilai yang baik terutama untuk nilai agamanya agar anak tersebut bias membekali dirinya sendiri saat besar nanti, agar tidak mudah terjerumus kedalam hal-hal yang negative yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama yang sejak kecil sudah di ajarkan pada anak tersebut. Terlebih lagi agar tidak membawa nama buruk bagi keluarganya. Karena meskipun keluarga ini hanyalah sebuah keluarga kecil nan sederhana tetapi keluarga tersebut selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agamanya.

Keluarga ini cukup tegas dalam mengajarkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya. Sebelum menginjak bangku TK (Taman Kanak-kanak), gadis kecil ini sudah di masukkan ke TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) yang letaknya tidak begitu jauh dari rumahnya untuk mengenalkan agama kepada anaknya sejak dini. Karena rumahnya yang bersebelahan dengan sekolah TK, maka sebelum gadis kecil ini di masukkan secara resmi ke TK tersebut, dia sudah sering ikut pembelajaran di TK tersebut.

Umur 4 tahun, gadis tersebut akhirnya masuk TK. Dan setelah berada di bangku TK tersebut selama 2 tahun gadis kecil ini telah memasuki bangku Sekolah Dasar. Seiring berjalannya waktu gadis kecil ini mulai tumbuh menjadi gadis remaja. Dalam masa pertumbuhannya dia tetap rajin mengaji di TPQ. Selama berada di bangku Sekolah Dasar dia tidak pernah memakai jilbab. Kemudian saat berada di bangku kelas 6 SD, gadis kecil yang mulai tumbuh menjadi gadis remaja ini memutuskan untuk belajar memakai jilbab karena dia sudah memutuskan bahwa saat di SMP nanti dia akan memakai jilbab. Dan akhirnya setelah 6 tahun berada di bangku Sekolah Dasar, ini waktunya untuk gadis tersebut memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Letak SMPnya agak jauh dari rumahnya. Dia memutuskan sekolah di situ agar mendapatkan teman yang baru, tidak dengan teman semasa SD yang itu-itu saja. Hanya 2 orang saja yang berada di SMP yang sama dengan gadis ini. Dan singkatnya setelah 3 tahun menuntut ilmu di SMP tercinta, dia sekarang telah memasuki bangku Sekolah Menengah Atas. Banyak yang mengatakan bahwa di jenjang ini kita akan memperoleh pengalaman yang menyenangkan. Hal ini juga yang di rasakan oleh gadis tersebut. Dia menghadapi banyak hal yang menyenangkan bersama teman-teman sebayanya.

Dan setelah 3 tahun di SMA, sekarang saatnya memasuki bangku di perguruan tinggi. Anak perempuan yang tadinya belum mengenal apa-apa yang kemudian tumbuh menjadi gadis kecil yang sekarang telah cukup mengerti dengan tanggungjawabnya telah memasuki bangku perguruan tinggi dan masuk pada jurusan PGSD.

18 tahun silam, seorang anak berhasil lahir ke dunia ini dengan selamat. Anak yang berjenis kelamin perempuan tersebut lahir dari Rahim seorang wanita yang mulia yang disebut ibu. . Anak tersebut merupakan anak ke-2 dari pasangan suami istri dengan kehidupan mereka yang sederhana. Selisih umur antara anak pertama dengan anak ke dua cukup jauh, yaitu 8 tahun. Lahirnya anak perempuan ini menjadi pelengkap bagi kebahagiaan keluarga kecil nan sederhana ini. Mulai saat itu, keluarga tersebut terdiri atas ayah, ibu, seorang anak laki-laki serta seorang anak perempuan.

Anak perempuan ini di rawat dengan baik dalam keluarga kecil ini. Anak tersebut diajarkan serta di tanamkan nilai-nilai yang baik terutama untuk nilai agamanya agar anak tersebut bias membekali dirinya sendiri saat besar nanti, agar tidak mudah terjerumus kedalam hal-hal yang negative yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama yang sejak kecil sudah di ajarkan pada anak tersebut. Terlebih lagi agar tidak membawa nama buruk bagi keluarganya. Karena meskipun keluarga ini hanyalah sebuah keluarga kecil nan sederhana tetapi keluarga tersebut selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agamanya.

Keluarga ini cukup tegas dalam mengajarkan nilai-nilai agama kepada anak-anaknya. Sebelum menginjak bangku TK (Taman Kanak-kanak), gadis kecil ini sudah di masukkan ke TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) yang letaknya tidak begitu jauh dari rumahnya untuk mengenalkan agama kepada anaknya sejak dini. Karena rumahnya yang bersebelahan dengan sekolah TK, maka sebelum gadis kecil ini di masukkan secara resmi ke TK tersebut, dia sudah sering ikut pembelajaran di TK tersebut.

Umur 4 tahun, gadis tersebut akhirnya masuk TK. Dan setelah berada di bangku TK tersebut selama 2 tahun gadis kecil ini telah memasuki bangku Sekolah Dasar. Seiring berjalannya waktu gadis kecil ini mulai tumbuh menjadi gadis remaja. Dalam masa pertumbuhannya dia tetap rajin mengaji di TPQ. Selama berada di bangku Sekolah Dasar dia tidak pernah memakai jilbab. Kemudian saat berada di bangku kelas 6 SD, gadis kecil yang mulai tumbuh menjadi gadis remaja ini memutuskan untuk belajar memakai jilbab karena dia sudah memutuskan bahwa saat di SMP nanti dia akan memakai jilbab. Dan akhirnya setelah 6 tahun berada di bangku Sekolah Dasar, ini waktunya untuk gadis tersebut memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Letak SMPnya agak jauh dari rumahnya. Dia memutuskan sekolah di situ agar mendapatkan teman yang baru, tidak dengan teman semasa SD yang itu-itu saja. Hanya 2 orang saja yang berada di SMP yang sama dengan gadis ini. Dan singkatnya setelah 3 tahun menuntut ilmu di SMP tercinta, dia sekarang telah memasuki bangku Sekolah Menengah Atas. Banyak yang mengatakan bahwa di jenjang ini kita akan memperoleh pengalaman yang menyenangkan. Hal ini juga yang di rasakan oleh gadis tersebut. Dia menghadapi banyak hal yang menyenangkan bersama teman-teman sebayanya.

Dan setelah 3 tahun di SMA, sekarang saatnya memasuki bangku di perguruan tinggi. Anak perempuan yang tadinya belum mengenal apa-apa yang kemudian tumbuh menjadi gadis kecil yang sekarang telah cukup mengerti dengan tanggungjawabnya telah memasuki bangku perguruan tinggi dan masuk pada jurusan PGSD.



AUTOBIOGRAFI

Aku berasal dari keluarga yang sederhana. Ayah dan ibu hanya seorang petani kecil. Aku  anak ketiga dan terakhir dari 3 bersaudara. Kakak-kakakku sudah menikah dan tinggal aku yang masih sekolah. Meski berasal dari keluarga yang bisa dibilang serba kekurangan, tetapi itu tidak menyurutkan kedua orang tua untuk menyekolahkanku hingga sekarang. Entah dari mana, rezeki dari Tuhan selalu ada untuk membayar uang sekolah. Latar belakang pendidikanku berawal dari TK Dharma Wanita, sebuah Taman Kanak-kanak  yang letaknya tak jauh dari rumahku. Di situ aku mulai mengenal pendidikan. Hingga akhirnya aku melanjutkan di SD Negeri 2 yang letaknya juga hampir gandeng dengan TK yang dulu aku gunakan untuk belajar. Selama 6 tahun di Sekolah Dasar, banyak yang aku dapat disana. Dan waktu setelah ujian nasional aku mulai dilanda perasaan gelisah saat aku mulai berpikir apakah nantinya aku akan melanjutkan sekolahku atau tidak. Hari demi hari terus berlalu. Aku tetap merasa bingung. Hidupku serasa nggak ada tujuan untuk melanjutkan sekolah atau tidak, mengingat kondisi keuangan keluargaku yang menipis. Tapi akhirnya aku lega setelah orang tua menyuruhku untuk melanjutkan pendidikan. Dari kesempatan yang diberikan tersebut aku nekad untuk mendaftar ke SMP Negeri 1, sebuah SMP favorit yang ada disana. Dan pada akhirnya aku diterima disana. Sekolah di SMP favorit membuatku sedikit minder dengan teman-teman yang notabene berasal dari keluarga yang berkecukupan. Tapi hal itu segera hilang dari pikiranku karena aku hanya berpikiran disini aku hanya untuk memperoleh ilmu. Melihat kondisi yang masih tak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, membuatku seakan ingin berhenti sekolah karena tak kuasa melihat beban orang tua yang seakan sangat berat untuk menyekolahkan aku. Dari situ aku mencoba untuk mencari pekerjaan untuk setidaknya membantu meringankan beban orang tuaku. Aku pun bekerja di sela-sela waktu sekolahku di sebuah pengerikan kelapa untuk di jual ke pulau Bali. Setelah dinyatakan lulus dari SMP tersebut aku pun bingung mau melanjutkan kemana. Sempat aku berpikiran untuk ikut saudara di perantauan. Tapi akhirnya aku disuruh kedua orang tua untuk kembali melanjutkan ke jenjang SMA. Aku pun menjadi semakin bingung karena tak memiliki angan-angan sebelumnya mengenai sekolah mana yang akan aku gunakan untuk memperoleh ilmu. Lalu aku mencoba bertanya kapada bapak apakah aku boleh melanjutkan ke SMK yang letaknya berada di kota. Tapi bapak tidak mengizinkanku. Akhirnya aku melanjutkan ke SMA yang letaknya di kecamatan sebelah. Di SMA, menurutku tidak ada perubahan yang signifikan. Aku masih sekolah sambil bekerja. Menginjak kelas 3 SMA, aku pun mulai berpikir untuk masa depanku. Aku mulai mencari informasi-informasi dari teman-temanku tentang peluang kerja setelah SMA. Aku pun sempat menghubungi saudara yang ada di Kalimantan yang bekerja disana. Ketika memasuki masa-masa pendaftaran ke perguruan tinggi lewat jalur undangan, aku hanya pasif, tidak begitu tertarik karena mengingat dan berpikir karena kondisi keuangan orang tua yang mungkin menurutku tidak sanggup untuk aku kuliah. Lalu kemudian guru-guru BK yang ada di sekolahku pun memanggilku. Aku pun saat itu bingung karena tidak mengerti kenapa aku dipanggil. Mereka pun menjelaskan kalau ternyata ada banyak program kuliah gratis yang dibiayai oleh pemerintah, salah satunya program BIDIK MISI. Mereka pun menawariku. Aku pun minta izin orang tuaku untuk mendaftar program tersebut dan mereka memberiku restu. Lalu aku mendaftar program tersebut dan memilih program studi PGSD untuk pilihan pertama dan teknik mesin untuk pilihan kedua. Aku tidak tahu mengapa saat itu aku memilih program studi ini. Mungkin itu karena rasa pesimisku untuk diterima di perguruan tinggi melalui jalur ini. Setelah ujian nasional selasai dan pengumuman kelulusan telah beredar, aku masih menunggu pengumumanku diterima atau tidak di perguruan tinggi. Dan tanpa aku sangka-sangka ternyata aku diterima di perguruan tinggi melalui jalur BIDIK MISI. Aku pun memberitahukan pengumuman tersebut ke kedua orang tuaku. Mereka pun mendukungku untuk mengambil kuliah tersebut. Kini aku hanya bisa berharap dari kuliah di PGSD Universitas Jember ini, kelak aku bisa menjadi guru sd dan bisa memberikan ilmu yang aku dapatkan untuk generasi muda yang akan membangun bangsa ini.










0 komentar:

Posting Komentar